Friday, June 8, 2018

Disiplin Kerja


DISIPLIN KERJA

(Manajemen Sumber Daya Manusia : Membangun Tim Kerja Yang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja)
Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela, 2016, Bumi Aksara

MATA KULIAH
MANAJEMEN DAN PENGUKURAN KINERJA
Dosen Pengampuh : Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela, M.Si.
Disusun Oleh: Kel VII
IIS ALAMSYAH (17631015059)
SISKA BALINGGA (1563105056
SUGIYANTI (15631015034)


PROGRAM PASCASARJANA ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS NASIONAL
2018

https://drive.google.com/file/d/1QExLB2w5gh_UHjSWjWppn00lkd5UU3pD/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/1n_HuRzmYh2DpB1u7a8lmKNO6yNC7psYW/view?usp=sharing

Friday, May 18, 2018

PENELITIAN PENGEMBANGAN KARIR

PENELITIAN PENGEMBANGAN KARIR




 MATA KULIAH
MANAJEMEN DAN PENGUKURAN KINERJA
Dosen Pengampuh : Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela, M.Si.

Disusun Oleh: Kel VII
IIS ALAMSYAH (17631015059)
SISKA BALINGGA (1563105056
SUGIYANTI (15631015034)

PROGRAM PASCASARJANA ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS NASIONAL
2018






BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pegawai atau karyawan merupakan sumber daya yang dimiliki organisasi, mereka harus dipekerjakan secara efektif, efisien, dan manusiawi. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi permasalahan tenaga kerja yang semakin kompleks. Oleh karenanya pengelolaan tenaga kerja sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan secara professional oleh departemen tersendiri dalam suatu organisasi, yaitu Human Resource Departement (HRD). Organisasi yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif di mata masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu peranan manajemen SDM dalam organisasi sangatlah besar. Manajemen SDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan individual maupun organisasi Salah satu bagian manajemen SDM  adalah pengembangan karir dari SDM sebagai tenaga kerja, pegawai ataupun karyawan itu sendiri. Dari uraian di atas berarti pembinaan karir tidak dapat dilepaskan dengan kegiatan perencanaan SDM, rekriutmen, dan seleksi dalam rangka pengaturan staf (staffing). dari kegiatan-kegiatan manajemen SDM tersebut, harus diperoleh sejumlah tenaga kerja yang potensial denga kualitas terbaik. Tenaga kerja seperti itulah yang harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kariernya, agar dengan kemampuannya yang terus meningkatkan sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis, tidak saja mampu mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan dan memajukan. Maka dari itu, penulis berusaha untuk mengkaji lebih jauh mengenai pengembangan karir.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam uraian pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka perumusan masalahnya adalah :
a. Pengertian Karir
b. Pengertian Pengembangan Karir
c. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pengembangan karir?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Tujuan
a. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karir
b. Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen dan Pengukuran Kinerja dengan Dosen Pengampu Prof. Lijan Poltak Sinambela
2. Manfaat
a. Diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai pengembangan karir
b. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lain yang ingin mengetahui mengenai pengembangan karir

  

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Karir
Manajemen sumber daya manusia berkaitan dengan desain sistem perencanaan, penyusunan pegawai, pengembangan pegawai, pengelolaam karir, evaluasi kinerja, kompensasi pegawai dan hubungan ketenagakerjaan yang baik (Sinambela, 2016: 8). Di dalam pengelolaan karir, yang dimaksud dengan karir menurut Simamora dikutip dalam Sinambela (2016:251) adalah suatu promosi yang diperoleh seseorang dalam organisasi. Berdasarkan perspektif tersebut, maka karir menurut Sinambela (2016:251) adalah berbagai urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama masa hidupnya.
Suatu karir adalah semua pekerjaan (jabatan) yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Perencanaan karier tidak menjamin keberhasilan karier. Perencanaan karier diperlukan bagi para karyawan untuk selalu siap menggunakan kesempatan karier yang ada. Karir harus dikelola melalui suatu perencanaan yang cermat. Bila tidak, para karyawan akan sering tidak siap memanfaatkan berbagai kesempatan karir, dan departemen personalia akan menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan penyusunan personalia (staffing) internal organisasi. Pengertian karir adalah perjalanan yang dilalui seseorang selama hidupnya. Menurut Handoko, karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selam kehidupan kerja seseorang (2000:123) dengan demikian karir menunjukkan perkembangan para pegawai secara individual dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu organisasi.
Menurut Daniel C. Feldam dan Hugh J. Arnold (dalam Moekijat, 1995: 4-5) istilah karir tidak hanya berhubungan dengan individu yang mempunyai pekerjaan yang statusnya tinggi atau yang mendapat kemajuan cepat. Istilah karir sedikit-banyak telah “didemokratisasi: – sekarang karir menunjukkan rangkaian atau urutan pekerjaan/jabatan yang dipegang oleh orang-orang selama riwayat pekerjaannya, tidak pandang tingkat pekerjaan atau tingkat organisasinya. Pejabat pimpinan mempunyai karir, demikian pula sekretaris pimpinan.
Menurut Gibson dkk. (1995: 305) karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Dengan demikian karir seorang individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai macam kesempatan. Jika ditinjau dari sudut pandang organisasi, karir melibatkan proses dimana organisasi memperbaharui dirinya sendiri untuk menuju efektivitas karir yang merupakan batas dimana rangkaian dari sikap karir dan perilaku dapat memuaskan seorang individu. Terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir : Pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan occupation atau organisasi. Dimana karir dapat dilihat sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal. Pendekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas individual dan bukan okupsi atau organisasi. Setelah setiap individu mengakumulasikan serangkaian jabatan, posisi, dan pengalaman tertentu pendekatan ini mengakui kemajuan karir yang telah dicapai seseorang. Pada umumnya yang mempengaruhi karir seseorang adalah: keluarga, lingkungan, pendidikan, saran-saran mengenai sumber karir, peran karyawan itu sendiri. Berdasarkan berbagai definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karir adalah merupakan rangkaian atau urutan posisi pekerjaan atau jabatan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang.

2.2 Pengertian Pengembangan Karir
Pengembangan karir menurut Sinambela (2016:250) adalah kewajiban organisasi dan pegawai itu sendiri. Lebih lanjut Sinambela (2016:260) mengatakan pengembangan karir adalah upaya yang dilakukan organisasi dalam merencanakan karir pegawainya, yang disebut manajemen karir. Pengembangan karir sangat diharapkan oleh setiap pegawai untuk memotivasi mereka dalam bekerja dengan baik.
Proses pengembangan karir dalam suatu pendekatan formal yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan. Sehingga pengembangan karir dapat dikatakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan. Oleh sebab itu setiap karyawan dalam meniti karirnya, diperlukan adanya perencanaan karir untuk menggunakan kesempatan karir yang ada. Disamping itu sukses dalam pengembangan karir yang berarti pegawai mengalami kemajuan dalam bekerja adalah meningkatkan keterampilan sehingga lebih berprestasi. Seperti yang dikemukakan Moekjizat, yang paling penting dalam suatu jabatan adalah: (1995:36) 1) Kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat pegawai merasa senang, 2) Kesempatan untuk mencapai sesuatu yang berharga, 3) Kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang baru, 4) Kesempatan untuk mengembangkan kecakapan kemampuan.
Pengembangan karir (career development) meliputi perencanaan karir (career planning) dan manajemen karir (career management). Memahami pengembangan karir dalam sebuah organisasi membutuhkan suatu pemeriksaan atas dua proses, yaitu bagaimana masing-masing individu merencanakan dan menerapkan tujuan-tujuan karirnya (perencanaan karir) dan bagaimana organisasi merancang dan menerapkan program pengembangan karir / manajemen karir. Manajemen karir (career management) adalah proses dimana organisasi memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para pegawainya guna menyediakan suatu kumpulan orang – orang yang berbobot untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di masa yang akan datang. (Simamora, 2001dalam jurnalsdm.blogspot).

2.3 Faktor-Faktor Pengembangan Karir
Menurut Sinambela (2016 : 261) dalam pengembangan karir terdapat empat prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.      Pekerjaan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir. Apabila setiap hari pekerjaan menyajikan tantangan yang berbeda maka hal hal yang dipelajari pada pekerjaan jauh lebih penting dari pada aktivitas pengembangan rencana formal.
2.      Bentuk pengembangan keahlian yang dibutuhkan, ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik. Keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi supervisor, seperti sudah pasti akan berbeda dengan keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manajer.
3.      Pengembangan terjadi jika seseorang belum memperoleh keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Apabila tuntutan tersebut dikembangkan lebih lanjut, seseorang yang telah memiliki keahlian baru yang dibutuhkan seyogyanya dapat diberikan pekerjaan baru sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
4.      Waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat dikurangi dengan mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang rasional.
Menurut Hasto Joko Nur Utomo dan Meilan Sugiarto (2007: 98) memberikan contoh 9 faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan karir individu di suatu organisasi, yaitu :
1.      Hubungan Pegawai dan Organisasi
Dalam situasi ideal, pegawai organisasi berada dalam hubungan yang saling menguntungkan. Dalam keadaan ideal ini, baik pegawai maupun organisasi dapat mencapai produktifitas kerja yang tinggi.
2.      Personalia Pegawai
Kadangkala, menajemen karir pegawai terganggu karena adanya pegawai yang mempunyai personalitas yang menyimpang (terlalu emosional, apatis, terlalu ambisius, curang, terlalu bebal, dan lain-lain).
3.      Faktor Eksternal
Seorang pegawai yang mempromosikan ke jabatan lebih tinggi, misalnya, mungkin akan terpaksa dibatalkan karena ada orang lain yang didrop dari luar organisasi.
4.      Politicking Dalam Organisasi
Dengan kata lain, bila kadar “politicking” dalam organisasi sudah demikian parah, maka manajemen karir hampir dipastikan akan mati dengan sendirinya. Perencanaan karir akan menjadi sekedar basa-basi.
5.      Sistem Penghargaan
Organisasi yang tidak mempunyai sistem penghargaan yang jelas (selain gaji dan insentif) akan cenderung memperlakukan pegawainya secara subyektif. Pegawai yang berprestasi baik dianggap sama dengan pegawai malas.
6.      Jumlah Pegawai
Semakin banyak pegawai maka semakin ketat persaingan untuk menduduki suatu jabatan, dan semakin kecil kesempatan (kemungkinan) bagi seorang pegawai untuk meraih tujuan karir tertentu.
7.      Ukuran Organisasi
Ukuran organisasi dalam konteks ini berhubungan dengan jumlah jabatan yang ada dalam organisasi tersebut, termasuk jumlah jenis pekerjaan, dan jumlah personel pegawai yang diperlukan untuk mengisi berbagai jabatan dan pekerjaan tersebut.
8.      Kultur Organisasi
Seperti sebuah sistem masyarakat, organisasi pun mempunyai kultur dan kebiasaan-kebiasaan.
9.      Tipe Manajemen
Secara teoritis-normatif, semua manajemen sama saja di dunia ini. Tetapi dalam impelemntasinya, manajemen di suatu organisasi mungkin amat berlainan dari manajemen di organisasi lain.

Menurut Martoyo ( 1999 : 78 ) pengembangan karir seseorang sangat penting bagi kemajuan karir dan pekerjaannya.Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses pengembangan karir seseorang,diantaranya :
1.      Pendidikan formal
Pendidikan formal sangat berpengaruh dalam pengembangan karir seseorang.Hal ini karena setiap rencana pengembangan karir pegawai,manajemen organisasi/kantor tentunya memperhatikan pendidikan setiap pegawainya yang akan mengikuti program pengembangan karir tersebut sesuai dengan latar belakang pendidikan peserta program sehingga kemampuan pegawai untuk menyerap materi program dapat optimal.
2.      Pengelaman kerja
Terkadang untuk mengikuti suatu program pengembangan pegawai dibutuhkan pengalaman kerja tertentu, misalnya untuk program pengembangan karir pegawai level manajer pegawai tersebut harus memiliki pengalaman sebagai manajer atau minimal sebagai asisten manajer.
3.      Sikap atasan
Sikap atasan juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi program pengembangan karir pegawai.Atasan yang memiliki sifat terbuka dan menyenangi kemajuan karir pegawainya tentunya akan mengupayakan suatu program pengembangan karir yang tepat bagi pegawai tersebut.
4.      Prestasi kerja
Setelah pegawai diterima, ditempatkan dan diperkerjakan maka tugas manajer adalah melakukan penilaian prestasi kerja pegawai tersebut.Penilaian prestasi kerja ini mutlak dilakukan untuk dijadikan pedoman untuk melaksanakan kebijakan yang lebih lanjut.Dimana tindak lanjut.Dimana tindak lanjut tersebut berhubungan dengan penilaian prestasi apakah pegawai akan dipromosikan,dikembangkan atau balas jasanya dinaikkan.
5.      Bobot pekerjaan
Semakin berat dan rumit bobot pekerjaan seseoarng pegawai,maka dibutuhkan keterampilan dan keahlian yang semakin komplek pula.Untuk itu pegawai tersebut perlu memperoleh tambahan ilmu dan keterampilan dengan mengikuti program pengembangan karir agar pelaksanaan tugasnya dapat bejalan dengan lancar.
6.      Lowongan jabatan
Adanya lowongan jabatan baru tentunya membutuhkan pegawai dengan dengan kriteria keterampilan dan kemampuan tertentu.Untuk itu perlu dilakukan program pengembangan pegawai yang bertujuan mempersiapkan pegawia tersebut untuk memegang jabatan baru tersebut.
7.      Produktivitas kerja
Produktivitas kerja juga amat mempengaruhi terhadap program pengembangan pegawai.Apabila produktivitas pegawai mengalami penurunan,biasanya manajemen organisasi akan melakukan berbagai hal untuk meningkatkan produktivitas keja pegawai,salah satunya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan.
8.      Pendidikan dan latihan
Dalam pengembangan karir pegawai faktor utama yang sering menjadi penilaian adalah apakah seorang pegawai tersebut telah memenuhi persyaratan untuk dipromosikan,kadang kala promosi jabatan ini memberi penilaian dengan melihat pendidikan dan latihan apa saja yang sudah diikutinya.Karena denagn adanya pendidikan dan pelatihan yang diikuti seorang pegawai tersebut maka perempatan pada pos yang baru sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keahlian dan keterampilan yang telah dimiliki.

Menurut Moekijat ( 2005 : 15 ),bahwa factor yang mempengaruhi pengembangan karir pegawai adalah :
1.      Pendidikan dan Latihan
Pendidikan dan Latihan adalah untuk meningkatkan keahlian teoritis, konseptual ,moral pegawai dan keterampilan teknis pelaksanaan pekerjaan pegawai.
2.      Promosi
Promosi merupakan perubahan dari pekerjaan yang satu ke yang lain,yang mempunyai syarat-syarat yang lebih baik dalam kedudukan maupun jabatan dan tanggung jawab.
3.      Mutasi
Mutasi adalah suatu perubahan horizontal maupu vertical ( promosi/domosi ) didalam suatu organisasi.

Menurut Kasmir ( 2005 : 111-116 )proses pengembangan karir seseorang dipengaruhi oleh :
1.      Pendidikan dan Latihan
Pendidikan dan Latihan melalui paket-paket khusus yang diberikan oleh lembaga pendidikan yang memang berpengalaman dibidangnya.
2.      Promosi
Promosi jabatan dengan cara memindahkan karyawan keposisi yang lebih tinggi.
3.      Mutasi
Mutasi merupakan pemindahan dan pengembangan agar karyawan tidak merasa jenuh dengan pekerjaannya.

Berdasarkan Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah. Pengembangan karir pegawai dilaksanakan berdasarkan pada :
1.      Pendidikan dan Latihan
Pendidikan dan pelatihan yang selanjutnya disebut dengan Diklat adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan negeri sipil.
2.      Promosi
Promosi adalah pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dari dan dalam jabatan eselon II pada pemerintahan daerah provinsi ditetapkan oleh gubernur.
3.      Mutasi
Mutasi Pegawai Negeri Sipil adalah perpindahan pegawai negeri sipil antara kabupaten/kota antar provinsi,dan antar provinsi ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri setelah memperoleh pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara,demikian pula untuk perpindahan Pegawai Negeri Sipil provinsi/kabupaten/kota ke departemen / lembaga /pemerintahan non depertemen atau sebaliknya.
Dalam proses pengembangan karir individu (karyawan) dalam organisasi, ada 3 hubungan saling terkait antara individu, manajer, maupun organisasi. Ketiga-tiganya memiliki peran masing-masing.Menurut Gary Dessler (2010: 8), peran dalam pengembangan karir dibagi menjadi 3, yaitu peran individual, manajer/pimpinan, dan organisasi. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
a.  Individual
·         Mengemban tanggung jawab atas karir sendiri
·         Menilai minat, keahlian, dan nilai-nilai
·         Mencari informasi karir dan sumber daya
·         Menyusun tujuan dan perencanaan karir
·         Memanfaaatkan kesempatan pengembangan
·         Membicarakan kepada atasan tentang karir individu
·         Mengikuti rencana karir yang realistis
b.  Manajer/Pimpinan
·         Memberikan umpan balik paada waktu yang tepat
·         Memberikan dukungan dan penugasan yang membangun
·         Berpartisipasi dalam diskusi pengembangan karir
·         Mendukung rencana pengembangan karyawan
c.  Organisasi
·         Mengkomunikasikan misi, kebijakan, dan prosedur
·         Menyediakan pelatihan dan kesempatan pengembangan
·         Memberikan informasi karir dan program karier
·         Menawarkan berbagai jenis pilihan karir

Hani Handoko (2011: 131) dijelaskan bahwa kegiatan pengembanan karir tentunya sangat ditentukan oleh individu tersebut dengan peran departemen personalia atau organisasi, penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.  Pengembangan karir individual
a.       Prestasi Kerja
Kegiatan penting untuk memajukan karir adalah prestasi kerja karena kemajuan karir sangat bergantung pada prestasi kerja (performance).
b.      Exposure
Exposure artinya menjadi dikenal oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan karir lainnya.
c.       Permintaan berhenti
Biasanya ini dilakukan di perusahaan  untuk melakukan upaya loncatan pekerjaan dengan kondisi yang lebih menjanjikan.
d.      Kesetiaan Organisasional
Kesetiaan rendah pada umumnya ditemui pada diri para sarjana baru (yang mempunyai pengharapan tinggi, sehingga sering kecewa pada perusahaan pertama mereka) dan para professional (yang kesetiaan pertamanya adalah pada profesi mereka).
e.       Mentors dan Sponsors
Mentor adalah orang yang menawarkan bimbingan karir informal. Sponsor adalah orang dalam organisasi yang dapat menciptakan kesempatan-kesempatan pengembang karir bagi orang-orang lain.
f.       Kesempatan-kesempatan untuk tumbuh
Apabila karyawan meningkatkan kemampuan, missal melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh.

2.  Pengembangan karir secara organisasional
Pengembangan karier seharusnya memang tidak tergantung pada usaha-usaha individual saja, sebab hal itu kadang kala idak sesuai dengan kepentingan organisasi, untuk memungkinkan sinkronnya dengan kepentingan organisasi, maka pihak bagian yang berwenang untuk itu, yakni departemen personalia, dapat mengatur perkembangan karier para karyawan/ anggota organisasi. Misalnya dengan mengadakan program-program latihan, kursus-kursus pengembangan karier dan sebagainya. Dalam hal ini lebih mantap lagi apabila pihak pimpinan organisasi dapat menyetujui dan merestui program-program departemen personalia tersebut. Sehingga dengan demikian pihak menejemen (pimpinan) selalu “well-informed” mengenai upaya-upaya karier personalia dalam organisasinya.

3.  Peranan Departemen Personalia
Departemen personalia sering mengadakan program-program latihan dan pengembangan bagi para karyawan. Di samping itu, departemen personalia perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan balik kepada karyaan dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
a.       Dukungan Manajemen. Berbagai usaha bagian personalia untuk mendorong pengembangan karir akan mempunyai dampak kecil tanpa dukungan dari para manajer/pimpinan.
b.      Umpan Balik. Tujuan dari umpan balik adalah untuk menjamin para karyawan yang tidak dipromosikan bahwa mereka masih bernilai dan akan dipertimbangkan untuk promosi selanjutnya.
c.       Kelompok Kerja yang Kohesif. Bila mereka merasa sebagai bagian kelompok kerja kohesif, usaha-usaha pengembangan karir mereka akan lebih terarah menuju peningkatan kesempatan karir.

2.4 Penelitian Sebelumnya
Judul Penelitian
Variabel yang Digunakan
Hasil Penelitian
Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan PT Telkom Malang
Ita Rospita (2016)
Perencanaan karir dan manajemen karir
Terdapat pengaruh positif dari variabel perencanaan karir dan manajemen karir dengan kinerja dengan besar pengaruh sebesar 69,3% berarti kinerja karyawan akan naik, bila perencanaan karir dan manajemen karir karyawan meningkat. Pengembangan karir menjadi variabel yang dominan berpengaruh pada kinerja karyawan.
Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan PT XYZ Bogor
Reza Maulana (2010)
Sistem pengembangan karir berdasarkan kompetensi dan kualifikasi
Pengembangan karir berdasarkan pengetahuan, keterampulan, motivasi dan peran memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Faktor kualifikasi pada pengembangan karis mendominasi pengaruh terhadap peningkatan kinerja dan diikuti oleh faktor kompetensi.

2.5 Matrik Sintesis Variabel
NO
SUMBER
RUJUKAN
INTISARI
RUJUKAN
1.       
Sinambela, (2016:253, 260)
Karir adalah sejumlah posisi kerja yang dijabat seseorang selama siklus kehidupan pekerjaan sejak dari posisi paling bawah hingga posisi paling atas.
Pengembangan karier adalah upaya yang dilakukan oleh organisasi   dalam   merencanakan karier pegawainya, yang disebut sebagai manajemen karier, antara lain merencanakan, melaksanakan, dan  mengawasi karier.

2.       
Bernardin dan Russell (2013)
Karir adalah persepsi sikap pribadi dan perilaku seseorang yang terkait dengan aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman dalam rentang perjalanan pekerjaan seseorang.

3.       
Triton (2010:155)
Pengembangan  karier  dari  sudut pandang pekerja memberikan gambaran mengenai jalur-jalur karier di  masa  yang  akan  datang  di  dalam organisasi dan menandakan kepentingan    jangka    panjang    dari organisasi  dari  pekerjaan,  dan  bagi organisasi pengembangan karier memberikan beberapa jaminan bahwa akan tersedia pegawai-pegawai  yang  akan  mengisi  posisi-posisi   yang  akan  lowong  di  masa mendatang.

  
BAB III
BAHAN, TEMPAT, DAN METODE PENELITIAN

3.1.  Bahan dan Tempat Penelitian
Menurut Daito (2007:54) bahan penelitian adalah nama-nama variabel penelitian yang mengacu pada identifikasi maslah, hipotesis, dan definisi-definisi di bab sebelumnya.
Dalam penelitian kali ini variabel yang dibahas adalah mengenai pengembangan karir, sesuai dengan tugas yang diberikan pada mata kuliah Manajeman dan Pengukuran Kinerja. Penelitian iti dilakukan pada pegawai di kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan dengan Bagian keuangan dan Bagian Kepegawaian, Tatalaksana dan Pelayanan Publik Setko Kota Adm Jakarta Selatan.

3.2.  Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan Field Research dan Library Researc. Metode Penelitan merupakan kegiatan menyeluruh mengenai langkah kerja penelitian, dari persiapan sampai laproan penelitian selesai. Pada dasarnya metode penelitian adalah merupakan suatu cara ilmiah untuk memperoleh data dengan cara tertentu yang dimaksud dengan cara ilmiah adalah kegiatan penelitian didasarkan ciri-ciri keilmuan seperti rasional, empiris dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-caya yang masuk akal sehingga terjangkau penalaran manusia

Dalam penelitian ini ditempuh melalui penelitian survey, analisis statistic. Penelitian survey merupakan penelitan lapangan yang dilakukan terhadap beberapa sampel dari suatu populasi tertentu yang pengumpulan datanya dilakukan dengan mengggunakan kuisioner, sedangkan penelitian analisis statistic merupakan penelitan yang dimaksudkan untuk membuat inferensi (prediksi atau keputusn) mengenai sebuah populasi berdasrkan informasi yang terdapa dalam sebuah sample. Pada penulisan tuga ini penulis mengumpulkan data dengan cara langsung mendatangi isntansi dan pegawai serta menggunakan metode kuisioner (angket).
Populasi adalah obyak/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi jug benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyak/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki subyak atau obyek itu

3.3.  Variabel Penelitian
Menurut Suwarno (2005:1-2) dalam Riduwan dan Kuncoro (2007:11) variabel adalah karakteristik yang dapat diamati dari sesuatu (objek), dan mampu memberikan bermacam-macam nilai atau beberapa kategori. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah pengembangan karir. Indikator variabel diadopsi dari Dessler, 2010:8, secara detail dapat dilihat pada Tabel berikut:
Variabel
Dimensi
Indikator
Sub Indikator
Pengembangan Karir (Dessler, 2010:8)
Individu
Diri Sendiri




Organisasi




Lainnya
Pendidikan formal
Pendidikan Non Formal
Pengalaman Bekerja
Personalia Pegawai

Penghargaan
Pemberian Prestasi
Pembebanan Bobot Pekerjaan
Latar Belakang Pendidikan

Dukungan Keluarga
Exposure
Permintaan resign
Kesetiaan pada organisasi

Manajer/Pimpinan






Promosi




Mutasi




Demosi

Sesuai Peraturan
Berdasarkan Kebutuhan
Berdasarkan Kepercayaan
Evaluasi Jabatan

Pemberian Tugas Baru
Langkah Pengembangan Karir
Tugas Berdasarkan Kemampuan
Peningkatan Kinerja

Evaluasi Kinerja
Semangat Kerja
Pemacu Berkinerja Baik
Sesuai Kemampuan

Organisasi









Perencanaan




Pengembangan




Pendidikan dan Pelatihan
Jumlah Pegawai
Kemampuan sesuai Pendidikan
Kinerja yang efektif
Sesuai Kompetensi

Pelaksanaan Program
Keterampilan dan Kemampuan
Mutu dan Profesionalisme
Efektifitas Kinerja

Kemampuan Pegawai
Program dan Materi
\Tujuan Organisasi
Pengaruh Pendidikan


BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Kuisioner Penelitian
Menurut Suwarno (2005:1-2) dalam Riduwan dan Kuncoro (2007:11) variabel adalah karakteristik yang dapat diamati dari sesuatu (objek), dan mampu memberikan bermacam-macam nilai atau beberapa kategori.
Sesuai dengan identifikasi yang dibahas dalam tugas kali ini adalah mengenai pengembangan karir, adapun dimensi dari pengembangan karir yang akan dikaji  dalam makalah ini adalah  adalah mengenai pengembangan karir dengan mengambil dimensi individual, Manajer/Pimpinan dan Organisasi daftar pertanyaan sebagai berikut :

A.      Instrumen Penelitian
KISI-KISI INSTRUMEN PENGEMBANGAN KARIR
No
Dimensi
Butir Pernyataan
1
Pengembangan karir, Individual, Diri Sendiri
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
2
Pengembangan karir, Individual, Lainnya
9, 10, 11, 12
3
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Promosi
13, 14, 15, 16
4
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Mutasi
17, 18, 19, 20
5
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Demosi
21, 22, 23, 24
6
Pengembangan Karir, Organisasi, Perencanaan
25, 26, 27, 28
7
Pengembangan Karir, Organisasi, Pengembangan
29, 30, 31, 32
8
Pengembangan Karir, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan
33, 34, 35, 36

  B.       Kuisioner Pendidikan dan Pelatihan
KUESIONER INSTRUMEN
 


Nomor Kuisioner      :
Nama Kuisioner        :
Jabatan                      :
Keterangan:
1.         Pengisian angket ini tidak berpengaruh terhadap karier Bapak/Ibu dimasa yang akan datang, karena semata-mata hanya untuk kepentingan kuliah di lingkungan terbatas.
2.         Jawablah Pernyataan ini dengan Jujur. Identitas responden akan dirahasiakan dan tidak untuk dipublikasikan.
3.         Pengisian angket dengan lengkap dan cepat, memberikan sumbangan yang sangat besar dalam penelitian ini.
Petunjuk Pengisian:
1.         Berilah tanda silang (X) pada kolom yang tersedia pada salah satu alternative jawaban yang paling sesuai menurut Bapak/Ibu
2.         Ada 5 (lima) alternatif jawaban yang tersedia, yakni:
STS        :    Sangat Tidak Setuju
TS           :    Tidak Setuju
KS          :    Kurang Setuju
S             :    Setuju
SS           :    Sangat Setuju

No
Pertanyaan/Pernyataan
Pilihan Jawaban
STS
TS
KS
S
SS
1.
Pengembangan karir, Individual, Diri Sendiri
Menurut saya, pendidikan formal mempengaruhi pengembangan karir





2.   
Menurut saya, Pendidikan Non Formal mempengaruhi pengembangan karir





3.   
Menurut saya, Pengalaman bekerja ikut meningkatkan produktifitas  dalam bekerja





4.   
Menurut saya, Personalia pegawai yang baik menjaga keharmonisan lingkungan bekerja





5.   
Pengembangan karir, Individual, Organisasi
Menurut saya, Penghargaan yang diberikan oleh organisasi dapat meningkatkan kinerja pegawai





6.   
Menurut saya, Pemberian prestasi kerja diberikan terhadap karyawan yang berkinerja paling baik





7.   
Menurut saya, Pembebanan bobot pekerjaan harus disesuaikan dengan jabatan dan posisinya





8.   
Menurut saya, Calon karyawan cenderung mengapply lowongan yang sesuai dengan background pendidikan





9.   
Pengembangan karir, Individual, Lainnya
Menurut saya, Dukungan keluarga ikut mempengaruhi produktifitas dalam bekerja





10.               
Menurut saya, Exposure itu penting, yaitu dikenal oleh orang-orang yang mempengaruhi promosi, mutasi dan demosi





11.               
Menurut saya, Permintaan resign pegawai dikarenakan ketidakpuasan terhadap posisi dan gaji yang diterima





12.               
Menurut saya, Kesetiaan pada organisasi ikut meningkatkan capaian tujuan organisasi





13.               
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Promosi
Menurut saya, Pemberian promosi dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada pada organisasi





14.               
Menurut saya, Promosi dilakukan berdasarkan pada kebutuhan dan prestasi kerja





15.               
Menurut saya, Asas promosi adalah kepercayaan, keadilan dan posisi lowongan






16.               
Menurut saya,  Pencabutan jabatan diberikan kepada pegawai yang tidak berhasil menjalankan tugasnnya setelah dipromosi






17.               
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Mutasi
Menurut saya,  Mutasi dapat dilakukan sebagai upaya penyegaran dan pemberian tugas baru





18.               
Menurut saya, Mutasi dapat dilakukan sebagai langkah pengembangan karir pegawai





19.               
Menurut saya, Tugas baru pegawai yang dimutasi harus sesuai dengan kemampuan dan kapasitas pegawai





20.               
Menurut saya, Mutasi dilakukan untuk peningkatan kinerja pegawai





21.               
Pengembangan Karir, Manager/Pimpinan, Demosi
Menurut saya, Demosi dilakukan sebagai hasil evaluasi atas kinerja pegawai





22.               
Menurut saya, Demosi harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku pada organisasi





23.               
Menurut saya, Demosi dilakukan sebagai pemacu agar pegawai berkinerja lebih baik kedepannya





24.               
Menurut saya, tugas baru pegawai yang didemosi harus sesuai dengan kemampuan dan kapasitas pegawai berdasarkan hasil evaluasi





25.               
Pengembangan Karir, Organisasi, Perencanaan
Menurut saya, Jumlah pegawai yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi





26.               
Menurut saya, Kemampuan, Keterampilan dan pendidikan pegawai sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi





27.               
Menurut saya, Pegawai sudah bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan





28.               
Menurut saya, Perekrutan karyawan sudah sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan oleh organisasi





29.               
Pengembangan Karir, Organisasi, Pengembangan
Menurut saya, Organisasi telah melaksanakan program pengembanan karir pegawai





30.               
Menurut saya, Keterampilan dan Kemampuan pegawai merupakan indikator dalam pengembangan karir pegawai





31.               
Menurut saya, Pendidikan dan Pelatihan yang dilakukan organisasi ikut meningkatkan mutu dan Profesionalisme pegawai





32.               
Menurut saya, Organisasi telah menciptakan kenyamanan dalam bekerja sehingga ikut meningkatan efektifitas dalam bekerja





33.               
Pengembangan Karir, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan
Menurut saya, Pendidikan dan pelatihan baik internal maupun exernal meningkatan karir pegawai





34.               
Menurut saya, Program dan Materi yang diberikan pada saat pelatihan dan pendidikan telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi





35.               
Menurut saya, Pendidikan dan pelatihan yang di capai untuk meningkatkan capaian tujuan organisasi





36.               
Menurut saya, Pegawai wajib mengikuti pendidikan dan pelatikan yang diselenggarakan oleh organisasi






4.2  Uji Validitas
Menurut Daito (2007;80), instrument yang baik adalah yang memenuhi validitas dan realibilitas. Suatu instrument dikatakan valid apabila instrument tersebut memiliki kemampuan mengukur apa yang seharusnya diukur.
Uji validitas merupakan suatu pengujian dimana untuk mengetahui kelayakan butir-butir pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi akan mempunyai varian kesalahan yang kecil, sehingga data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya. Daftar pertanyaan ini pada umumnya mendukung suatu kelompok variabel tertentu. Tujuan pengujian validitas adalah untuk meyakinkan bahwa kuesioner yang disusun benar-benar baik dalam megukur dan menghasilkan data yang valid.
Setelah didapatkan nilai df (degree of freedom), lalu lihat pada tabel r product-moment (two failed test. Pertanyaan yang dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item – Total Correlation > dari r tabel
Uji validitas dilakukan dengan analisa faktor dimaksudkan untuk memastikan bahwa masing-masing pertanyaan akan terklasifikasi pada variabel yang telah ditentukan.
Berikut hasil dari Uji Validitas Pertama untuk Variabel Pengembangan Karir :
Pertanyaan
Nilai r
Nilai Uji Validitas
Hasil
Pertanyaan 1
0.3610
0.5224
valid
Pertanyaan 2
0.3610
0.7585
valid
Pertanyaan 3
0.3610
0.6318
valid
Pertanyaan 4
0.3610
0.5405
valid
Pertanyaan 5
0.3610
0.5412
valid
Pertanyaan 6
0.3610
0.6217
valid
Pertanyaan 7
0.3610
0.5035
valid
Pertanyaan 8
0.3610
0.5833
valid
Pertanyaan 9
0.3610
0.7052
valid
Pertanyaan 10
0.3610
0.6424
valid
Pertanyaan 11
0.3610
0.2126
tidak valid
Pertanyaan 12
0.3610
0.5103
valid
Pertanyaan 13
0.3610
0.5878
valid
Pertanyaan 14
0.3610
0.5293
valid
Pertanyaan 15
0.3610
0.5883
valid
Pertanyaan 16
0.3610
0.4323
valid
Pertanyaan 17
0.3610
0.7466
valid
Pertanyaan 18
0.3610
0.7466
valid
Pertanyaan 19
0.3610
0.6541
valid
Pertanyaan 20
0.3610
0.7607
valid
Pertanyaan 21
0.3610
0.5354
valid
Pertanyaan 22
0.3610
0.6512
valid
Pertanyaan 23
0.3610
0.6245
valid
Pertanyaan 24
0.3610
0.5800
valid
Pertanyaan 25
0.3610
0.4534
valid
Pertanyaan 26
0.3610
0.5060
valid
Pertanyaan 27
0.3610
0.1268
tidak valid
Pertanyaan 28
0.3610
0.5099
valid
Pertanyaan 29
0.3610
0.5667
valid
Pertanyaan 30
0.3610
0.6421
valid
Pertanyaan 31
0.3610
0.6571
valid
Pertanyaan 32
0.3610
0.7445
valid
Pertanyaan 33
0.3610
0.7083
valid
Pertanyaan 34
0.3610
0.5430
valid
Pertanyaan 35
0.3610
0.7050
valid
Pertanyaan 36
0.3610
0.6885
valid

Dari Tabel diatas dapat terlihat bahwa ada 34 pertanyaan yang dikatakan valid dan ada 2 pertanyaan yang dikatakan tidak valid. Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 30 orang, maka nilai r tabel 0.3610. Pertanyaan yang dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item – Total Correlation > dari r tabel. Didapat hasil bahwa 34 pertanyaan yang ada pada kuisioner dinyatakan valid. Karena ada dua pertanyaan yang dikatakan tidak valid, maka dilakukan pengujian validitas ke dua dengan menghilangkan 2 butir pertanyaan yang tidak valid tersebut.
Berikut hasil dari Uji Validitas Kedua untuk Variabel Pengembangan Karir :

Pertanyaan
Nilai r
Nilai Uji Validitas
Hasil
Pertanyaan 1
0.3610
0.5387
valid
Pertanyaan 2
0.3610
0.7606
valid
Pertanyaan 3
0.3610
0.6434
valid
Pertanyaan 4
0.3610
0.5631
valid
Pertanyaan 5
0.3610
0.5631
valid
Pertanyaan 6
0.3610
0.6305
valid
Pertanyaan 7
0.3610
0.5316
valid
Pertanyaan 8
0.3610
0.5851
valid
Pertanyaan 9
0.3610
0.6966
valid
Pertanyaan 10
0.3610
0.6340
valid
Pertanyaan 11
0.3610
0.5172
valid
Pertanyaan 12
0.3610
0.6016
valid
Pertanyaan 13
0.3610
0.5603
valid
Pertanyaan 14
0.3610
0.5994
valid
Pertanyaan 15
0.3610
0.3997
valid
Pertanyaan 16
0.3610
0.7589
valid
Pertanyaan 17
0.3610
0.7589
valid
Pertanyaan 18
0.3610
0.6836
valid
Pertanyaan 19
0.3610
0.7797
valid
Pertanyaan 20
0.3610
0.4965
valid
Pertanyaan 21
0.3610
0.6472
valid
Pertanyaan 22
0.3610
0.5847
valid
Pertanyaan 23
0.3610
0.5801
valid
Pertanyaan 24
0.3610
0.4129
valid
Pertanyaan 25
0.3610
0.5049
valid
Pertanyaan 26
0.3610
0.5026
valid
Pertanyaan 27
0.3610
0.5579
valid
Pertanyaan 28
0.3610
0.6642
valid
Pertanyaan 29
0.3610
0.6784
valid
Pertanyaan 30
0.3610
0.7633
valid
Pertanyaan 31
0.3610
0.7386
valid
Pertanyaan 32
0.3610
0.5331
valid
Pertanyaan 33
0.3610
0.7011
valid
Pertanyaan 34
0.3610
0.6822
valid

Dari Tabel diatas dapat terlihat bahwa ada 34 pertanyaan yang dikatakan valid. Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 30 orang, maka nilai r tabel 0.3610. Pertanyaan yang dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item – Total Correlation > dari r tabel. Didapat hasil bahwa 34 pertanyaan yang ada pada kuisioner dinyatakan valid. Berarti 34 butir pertanyaannya tersisa dapat di uji reliabilitasnya.

4.3 Uji Reliabilitas
Uji keandalan dimaksudkan untuk mengetahui apakah hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Peneliti akan menguji keandalan dengan menghitung dengan instrumen yang ada. Instrument yang digunakan dalam variabel tersebut dikatakan andal (reliable) apabila memiliki nilai lebih dari atau sama dengan 0.6.
Berikut hasil pengujian reliabilitas terhadap 34 butir pertanyaan :
Responden
Skor
Pertanyaan Ganjil
Pertanyaan Genap
1
68
66
2
68
67
3
66
63
4
63
63
5
78
76
6
68
63
7
70
69
8
84
82
9
73
72
10
85
85
11
74
75
12
75
75
13
75
78
14
74
73
15
72
72
16
71
70
17
68
70
18
74
76
19
70
71
20
68
68
21
69
68
22
70
68
23
69
69
24
70
69
25
69
69
26
68
68
27
71
74
28
70
69
29
69
69
30
71
71
TOTAL
2140
2128

Korelasikan total skor ganjil dengan total skor genap, dengan menggunakan Excel
=pearson(... : ... , ... : ...)  diperoleh hasil korelasi (r) sebesar 0,9453.
Lanjutkan pengujian dengan memasukkan nilai korelasi ke dalam rumus
Spearman Brown:
Uji Validitas
r :
0.9453
R:
2r
1+r
0.9719


Kategori koefisien reliabilitas (Guilford, 1956: 145) adalah sebagai berikut:

0,80 - 1,00: reliabilitas sangat tinggi

0,60 - 0,80: reliabilitas tinggi

0,40 - 0,60: reliabilitas sedang

0,20 - 0,40: reliabilitas rendah

Dengan demikian instrumen ini memiliki reliabilitas yang sangat baik karena berada di range 0,80 – 1,00  sesuai kriteria yang telah dikemukakan sebelumnya.

Tabel Uji Validitas - 1



Tabel Uji Validitas ke - 2




BAB V

KESIMPULAN


5.1 Kesimpulan

Memahami pengembangan karir dalam sebuah organisasi membutuhkan suatu pemeriksaan atas dua proses, yaitu bagaimana masing-masing individu merencanakan dan menerapkan tujuan-tujuan karirnya (perencanaan karir) dan bagaimana organisasi merancang dan menerapkan program pengembangan karir / manajemen karir.
Dari hasil pengujian validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, variabel Pengembangan Karir dengan yang terdiri dari dimensi individual, manajer/pimpinan dan organisasi. Untuk dimensi individu/diri sendiri, indikatornya terdiri dari individu itu sendiri, organisasi dan indicator lainnya. Dan untuk dimensi manajer/pimpinan indokatornya terdiri dari promosi, mutasi dan demosi. Sementara untuk dimensi organisasi indokatornya terdiri dari perencanaan, pengembangan serta pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan karir karyawan diorganisasi atau instansi tersebut.
Variable pengembangan karir dengan semua dimensi dan indikatornya dinyatakan valid dan reliable untuk dijadikan sebagai acuap penelitian sehingga hasil penelitian dapa dipercaya kebenarannya.


Berikut Link PDF nya :
https://drive.google.com/file/d/1R99mAkv7i1ua49wQzTkWuLUSzCLappO9/view?usp=sharing

Disiplin Kerja

DI SI PLIN KERJA (Manajemen Sumber Daya Manusia : Membangun Tim Kerja Yang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja) Prof. Dr. Lijan Poltak S...